Jalan Sa’dan No 66 Tallunglipu, Toraja Utara
admin@pongtiku.id
HUBUNGKI KAMI
Tentang The Legend of Pongtiku II

Merayakan Warisan Kepahlawanan Pongtiku

Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dengan bangga mempersembahkan "The Legend of Pongtiku II", sebuah event spesial dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Pongtiku. Acara ini bertujuan untuk mengenang perjuangan Pongtiku, seorang pejuang Toraja yang dengan gagah berani melawan penjajahan Belanda.

Sebagai bagian dari perayaan ini, The Legend of Pongtiku II akan menghadirkan beragam kegiatan yang mengangkat nilai-nilai kepahlawanan, kebudayaan, dan kebanggaan masyarakat Toraja.


LATAR BELAKANG

Tahun ini merupakan tahun ke-2 pelaksanaan  “The Legend of Pongtiku” dalam rangka masyarakat Toraja memperingati Hari Pahlawan Pongtiku atau Ne' Baso. Beliau lahir pada tahun 1846 di wilayah Toraja, Sulawesi. Ia merupakan sosok sangat penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Toraja melawan penjajahan Belanda.

Salah satu pencapaian pentingnya adalah merebut kerajaan tetangganya yakni Baruppu'. Ini menandai awal dari pengaruhnya semakin besar di wilayah Toraja.  Dengan keberhasilan ini, ia tidak hanya memperkuat posisinya secara politik tetapi juga meningkatkan status sosial dan ekonomi masyarakatnya.

Pongtiku memahami pentingnya ekonomi dalam mendukung perjuangan melawan penjajahan. Ia memanfaatkan sumber daya alam, terutama kopi untuk membangun kekayaan dan kekuasaan. Melalui perdagangan kopi yang menguntungkan serta menjalin aliansi strategis dengan suku Bugis, Pongtiku berhasil menciptakan jaringan perdagangan yang kuat. Hal ini tidak hanya memberikan dukungan finansial untuk perlawanan tetapi juga memperkuat hubungan antar suku di Sulawesi.

Perjuangan Pongtiku mencapai puncaknya selama Perang Kopi antara tahun 1889 hingga 1890. Pada masa itu, ibu kota Tondon diserang dan dihancurkan oleh musuh. Namun, berkat kepemimpinannya yang tangguh dan strategi militer yang cerdas, ia berhasil merebut kembali wilayah tersebut pada hari yang sama. Keberhasilan ini meningkatkan moral pasukannya dan menunjukkan ketahanan masyarakat Toraja dalam menghadapi ancaman eksternal.

Memasuki awal abad ke-20, situasi semakin genting ketika Belanda mulai melancarkan invasi lebih luas ke Sulawesi. Dalam menghadapi ancaman ini, Pongtiku dan pasukannya memanfaatkan benteng-benteng pertahanan yang telah dibangun sebelumnya untuk bertahan dan melancarkan serangan balik terhadap penjajah dan pada Oktober 1906, ia ditangkap oleh pasukan Belanda. Meskipun berhasil melarikan diri pada Januari 1907, ia tidak dapat bertahan lama dan akhirnya ditangkap kembali setelah beberapa bulan bersembunyi.

Tragis, pada tanggal 10 Juli 1907, Pongtiku dieksekusi di tepi Sungai Sa'dan, Singki. Kematian beliau tidak hanya menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Toraja tetapi juga menandai titik balik dalam sejarah perjuangan melawan penjajahan.

Pongtiku dikenang sebagai simbol perlawanan rakyat Toraja terhadap penjajahan Belanda. Kontribusinya dalam mempertahankan kedaulatan wilayah serta semangat juangnya untuk kemerdekaan membuatnya diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2002 melalui Keputusan Presiden No: 074/TK/2002.

Pongtiku menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kemerdekaan, kemandirian, dan keberanian. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa semangat juang seperti yang ditunjukkan oleh Pongtiku harus terus diwariskan dalam membangun bangsa yang berdaya saing, mandiri, dan berbudaya.

Melalui peringatan ini, kita diajak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan beliau dan menjadikannya sebagai motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Motto: "misa kada dipotuo pantan kada dipomate", yang berarti "bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh," menjadi pesan moral yang relevan untuk terus menjaga persatuan dan semangat kebangsaan

Untuk mengenang jasa-jasa Pongtiku, Masyarakat Toraja memandang perlu mengadakan kegiatan dimana kegiatan tersebut tidak hanya menghormati perjuangan Pongtiku, tetapi juga mengedukasi generasi muda tentang nilai-nilai yang beliau tinggalkan.  Diharapkan kegiatan ini akan melibatkan Pemerintah Daerah yang bersimpati pada perjuangan Pongtiku, Pemda Sulawesi Selatan, Pemda Toraja Utara, Pemda Tana Toraja, Pemda Mamasa dan IKT/PMTI se-Indonesia.

Tema Peringatan Tahun ini adalah:

Menghargai Jasa Pongtiku: Menumbuhkan Semangat Nasionalisme dan Kepemimpinan untuk Generasi Toraja

Tema tersebut mengadung makna penting, antara lain:

  1. Menghargai Jasa Pongtiku:

Pongtiku adalah seorang tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi perjuangan dan sejarah Toraja. Menghargai jasanya berarti memberikan pengakuan dan apresiasi terhadap peran beliau dalam membangun atau memperjuangkan hak-hak masyarakat Toraja. Hal ini penting untuk mengenang sejarah dan memberikan teladan positif bagi generasi muda.

  • Menumbuhkan Semangat Nasionalisme:

Nasionalisme di sini merujuk pada rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan menghargai jasa Pongtiku, diharapkan masyarakat Toraja terutama generasi muda dapat lebih memahami dan merasakan kebanggaan akan tanah air serta berperan aktif dalam pembangunan negara. Pongtiku dapat dijadikan simbol perjuangan untuk mendorong rasa cinta tanah air.

  • Kepemimpinan untuk Generasi Toraja:

Salah satu nilai yang dapat diambil dari kehidupan Pongtiku adalah kepemimpinan. Kepemimpinan tersebut bukan hanya soal posisi atau jabatan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat memimpin dengan integritas, keberanian, dan komitmen untuk kebaikan bersama. Dengan mengenang dan menghargai perjuangan Pongtiku, generasi Toraja diharapkan dapat meneladani kualitas-kualitas kepemimpinan tersebut, sehingga dapat menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkualitas.

TUJUAN PERINGATAN

  1. Mengenang Jasa Pongtiku:

Menghargai perjuangan dan kontribusi Pongtiku dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya bagi masyarakat Toraja.

  1. Menanamkan Nilai-Nilai Perjuangan:

Mengajarkan dan menumbuhkan semangat nasionalisme, keberanian, dan kepemimpinan yang diwariskan oleh Pongtiku kepada generasi muda Toraja.

  1. Meningkatkan Kesadaran Sejarah:

Memperkenalkan lebih dalam sejarah perjuangan Pongtiku kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih memahami pentingnya peran mereka dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.

  1. Membangun Persatuan:

Menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat Toraja dan Indonesia pada umumnya.


TENTANG PONGTIKU

Pongtiku adalah sosok pahlawan nasional yang dikenal karena kegigihan dan strategi gerilyanya dalam melawan penjajah Belanda. Dengan keberanian dan tekad yang kuat, ia menjadi simbol perlawanan rakyat Toraja demi mempertahankan tanah kelahirannya. The Legend of Pongtiku II hadir untuk meneruskan semangat perjuangan dan mengenalkan nilai-nilai kepahlawanan Pongtiku kepada generasi muda.

Halaman ini telah dikunjungi sebanyak : 288 kali
Scroll to Top